Beranda blog Halaman 107

727 Honorer K2 Bolmong Akan Digaji Sesuai UMP

0
727 Honorer K2 Bolmong Akan Digaji Sesuai UMP
Tahlis Gallang

BOLMONG– Pemkab Bolmong akan mengangkat 727 orang tenaga honorer daerah kategori dua (K2) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada tahun 2018 mendatang. Mereka juga akan digaji dengan standar Upah Minimum Provinsi (UMP) Rp2,6 juta

“Ini akan berlaku mulai tahun 2018 mendatang,” kata Sekda Bolmong Tahlis Galang, Selasa (5/9) di kantornya.
Tahlis menjelaskan, yang menjadi prioritas diangkat sebagai P3K adalah honorer K2 dan namanya ada pada data base.

” Yang belum masuk data base tentu belum diangkat,” ungkapnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Hamri Binol melalui Kabid Pendidikan dan Pengembangan Karir Yanny Aldy Pudul mengatakan, saat ini jumlah honorer K2 di  Bolmong 727 orang. Terdiri dari 620 tenaga administrasi dan 107 tenaga guru.

“Pengangkatan honda kategori dua menjadi P3K telah disampaikan Pak Sekda saat memimpin apel pagi,” jelas Aldy.(ahr/rab)

Sumber

Yasti- Yanny Berhasil Genjot Kenaikan Anggaran

0
Yasti- Yanny Berhasil Genjot Kenaikan Anggaran
Yasti Soepredjo Mokoagow dan Yanny Ronny Tuuk

BOLMONG– Tata kelola keuangan benar-benar target awal dibenahi oleh Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow dan Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk. Masuknya Tahlis Gallang sebagai Sekda Baru yang “diimport” dari Kotamobagu menjadi kunci pembuka untuk merealisasikan keinginan kedua pemimpin ini.

Hasilnya langsung terlihat dari postur draft APBD Perubahan 2017 yang diusulkan ke DPRD Bolmong. Komponen belanja daerah yang awalnya hanya sebesar Rp991.930.597.644 naik 8,23% menjadi Rp1.073.600.036.747.

Kenaikan belanja daerah tersebut terbagi atas belanja tidak langsung dan belanja langsung. Belanja tidak langsung awalnya Rp589.906.803.791  naik 2,68% menjadi Rp605.729.245.758. Sedangkan belanja langsung awalnya sebesar Rp402.023.793.852 mengalami kenaikan 16,38% menjadi Rp467.870.790.988.
Kenaikan belanja daerah tersebut sangat dipengaruhi kebijakan Yasti- Yanny yang menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kisaran angka 75%. PAD yang sebelumnya ditargetkan hanya Rp39.769.289.976 dinaikkan drastis hingga mencapaii Rp69.691.040.530.

Kenaikan dana perimbangan  yang sebelumnya Rp715.221.259.000 menjadi Rp754.431.435.000 juga berpengaruh. Ditambah pula pendapatan lain-lain daerah yang sebelumnya Rp214.940.048.668 menjadi Rp221.701.405.880 menjadi faktor naiknya belanja daerah.

Kenaikan drastis belanja daerah dan terutama PAD di Bolmong diyakini adalah modal awal tanda-tanda pemerintahan Yast- Yanny akan mampu membawa perubahan besar di Bolmong dalam bidang pengelolaan keuangan daerah.

“Kami melihatnya seperti itu. Tapi keberhasilan pemerintah itu jika semua pelayanan dan pembangunan berjalan di semua lini. Kami akan terus melihat dan mengamatinya,” kata Ketua KPMIBM Cabang Makassar Febri Bambuena. (ahr/rab)

Sumber