Beranda Rilis Berita Harumkan Nama Daerah, Marsidi Terima Penghargaan Kalpataru 2019

Harumkan Nama Daerah, Marsidi Terima Penghargaan Kalpataru 2019

0

Bolmong,- Pengiat Lingkungan Hidup dari desa Mengkang Kabupaten Bolaang Mongondow Marsidik Kadengkang terpilih sebagai nominator penerima pengghargaan Kalpataru 2019

Marsidi merupakan satu dari 11 penerima penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia, kepada individu maupun kelompok yang dinilai telah merintis lingkungan di suatu daerah.

Penghargaan terhadap Mantan Sangadi Mengkang Kecamatan Lolayan dilakasanakan  di hotel Ibis Slipi Jakarta Rabu (20/07) menerima penghargaan Kalpataru 2019, yang didampingi oleh Langsung Bupati Bolmong Dra Yasti Soepredjo Mokoagow.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bolaang Mongondow Ir Abdul Latief, yang menerima penghargaan Kalpataru 2019 tersebut yakni Bupati Drs Yasti Soepredjo Mokoagow dan mantan Sangadi desa Mengkang Marsidi Mengkang.

Abdul Latif mengatakan penghargaan tersebut diberikan Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  Dr Ir Bambang Supriyanto, M.Sc.

Latief berharap, penghargaan ini akan menjadi  motivasi untuk semua kader lingkungan yang ada di kabupaten Bolmong.

“Terutama bagi desa Mengkang sendiri, akan lebih meningkatkan ide – ide kreatif tentang lingkungan,”ucap Latief.

Sementara itu, Marsidi Kadengkang mengatakan, Penghargaan ini ia raih atas hasil merintis kegiatan pengembangan energi alternatif (mikrohidro) di Desa Mengkang sehingga menjadi sumber energi listrik masyarakat, dan merintis penanaman di areal penyangga Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

Perjuangan Marsidi meraih penghargaan kalpataru 2019 berawal pada tahun 2006. Saat itu dirinya masih menjabat sebagai sangadi (Sebutan untuk jabatan Kepala Desa di Kabupaten Bolmong) di Desa Mengkang, merasah tidak nyaman dengan keadaan kondisi gelap gulita setiap malam di desanya. Ia pun berinisiatif menggerakan warganya untuk membuat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan memanfaatkan pasokan air yang melimpah di suangai yang berada disanya. Dengan biaya dan tenaga yang di sumbangkan seluruh masyarakakat desa, akhirnya mereka berhasil membangun instalasi listrik tanpa bahan bakar minyak dan pemeliharaan mesin yang relatif mudah.

Tidak hanya itu, lelaki paruh baya ini juga telah merintis penanaman di areal penyangga Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW). Ironisnya, Marsidi hampir kandas ke Jakarta untuk memenuhi undangan penghargaan dari Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, karena tidak direspon baik oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.