Beranda Rilis Berita DP3A Melakukan Pengiatan mental Korban Bencana Banjir Bandang dan Longsor

DP3A Melakukan Pengiatan mental Korban Bencana Banjir Bandang dan Longsor

252

Bolmong,- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) melakukan penguatan mental dan spiritual kepada orang dewasa, anak-anak juga diberikan Trauma Healing dengan kegiatan having fun seperti diajak bermain dan bernyanyi.

Kepala DP3A, Farida Mooduto mengatakan guna merespon serta membantu korban bencana alam tersebut, pihaknya bersama jajaran langsung turun ke lokasi guna memulihkan rasa trauma bagi anak-anak terdampak banjir.

“kita ingin mereka bisa mendapatkan pendampingan secara berkala hingga psikologis anak-anak korban bencana ini dapat pulih secara total. Seperti diajak bermain dan bernyanyi. Setelah itu mereka diberikan bingkisan,” ungkap Farida di lokasi bencana, Jumat (06/03/2020).

Menurut Farida dari sisi pikiran, hati dan gangguan yang bersifat inderawi. Supaya anak-anak ini terhindar dari mimpi buruk, sulit tidur, pendengaran terngiang-ngiang akibat suara banjir, seringkali termenung atau melamun adalah macam-macam gangguan mental ringan yang umum terjadi pada korban bencana, 

Tak hanya bantuan fisik, materi, pakaian, bahan pokok hingga makanan siap saji bantuan yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) terhadap korban banjir bandang yang menimpa masyarakat Desa Domisil, Kecamatan Sangtombolang.

Selain penguatan mental dan spiritual kepada orang dewasa, anak-anak juga diberikan Trauma Healing dengan kegiatan having fun seperti diajak bermain dan bernyanyi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

Kepala DP3A, Farida Mooduto mengatakan guna merespon serta membantu korban bencana alam tersebut, pihaknya bersama jajaran langsung turun ke lokasi guna memulihkan rasa trauma bagi anak-anak terdampak banjir. “Ini sudah yang kedua kalinya kita menggelar trauma healing terhadap anak-anak pasca bencana di Desa Domisil. Nah, untuk yang kedua kali ini, kita ingin mereka bisa mendapatkan pendampingan secara berkala hingga psikologis anak-anak korban bencana ini dapat pulih secara total. Seperti diajak bermain dan bernyanyi. Setelah itu mereka diberikan bingkisan,” ungkap Farida di lokasi bencana.