Beranda Rilis Berita Bupati Bolmong : Dataran Dumoga Barometer Kerukunan Umat Beragama

Bupati Bolmong : Dataran Dumoga Barometer Kerukunan Umat Beragama

100

BOLMONGKAB.GO.ID – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow tahun 2018 mensupport penuh pelaksanaan Carnaval Pembangunan, Etnis, Agama dan Budaya yang telah dilaksanakan masyarakat Dumoga Utara sejak puluhan tahun lalu.Carnaval pembangunan yang dilaksanakan di lapangan Olahraga desa Mopuya satu tersebut di buka secara resmi oleh Bupati Bolaang Mongondow, Dra. Hj. Yasti Soepredjo Mokoagow. Serta dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Bolmong, Kamran Muchtar, Anggota DPRD, I Ketut Sukadi, perwakilan Pemprov Sulut, jajaran Forkompimda Bolmong, pimpinan Kepala Perangkat Daerah (KPD), serta salah satu warga negara asing asal Belanda.

Bupati Bolmong dalam sambutannya menyampaikan Carnaval Budaya Pembangunan tersebut bertujuan untuk memperkuat rasa Nasionalisme sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang Bangsa.“Melalui Carnaval ini kita telah menunjukan solidaritas dan toleransi di Kabupaten Bolmong tetap terjaga. Selain itu, sebagai cara kita menyampaikan kesuksesan pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah dan masyarakat. Sehingga masyarakat bisa mengetahui sejauh apa keberhasilan pembangunan yang sudah dicapai Pemerintah,”Kata Bupati.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan, Kabupaten Bolaang Mongondow terlebih khusus Kecamatan Dumoga Utara adalah barometer kerukunan umat bergama di Sulut “Dumoga utara adalah barometer kerukunan umat beragama, didalamnya terdapat berbagai etnis, budaya dan agama. Ini adalah salah satu rahmat dan karunia yang tak ternilai , sekaligus sebagai bukti semboyan Bhineka Tunggal Ika yaitu Berbeda beda Tetap Tetap Satu,”Ungkap Bupati.

Sementara itu Camat Dumoga Utara menyampaikan kegiatan tersebut melibatkan 16 desa yang ada di Kecamatan Dumoga Utara “16 desa di Kecamatan Dumoga utara berpartisipasi penuh dalan pelaksanaan tahunan ini. Serta melibatkan ribuan peserta yang terdiri dari Siswa/wi SD,SMP dan SMA, pegiatab budaya, dan komunitas adat Jawa dan Bali,”Kata Amandu Mamonto. (kominfo_bm)