Beranda Rilis Berita Yasti : Budaya Tulude Terus Dilestarikan

Yasti : Budaya Tulude Terus Dilestarikan

225

BOLMONGKAB.GO.ID, Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Yasti Soepredjo Mokoagow ikut menghadiri Upacara Adat Tulude, Minggu (21/1) di Desa Pangi Timur, Kecamatan Sangtombolang.

Nampak Bupati Yasti yang tiba dilokasi langsung disambut dengan Tarian Masamper, selanjutnya mengikuti ibadah syukur yang dipimpin Pdt. F Kamasaan selaku Sekretaris Sinode

GMIBM Kegiatan ini digagas oleh Jemaat GMIBM ‘Bethesda’ Pangi dan Pemerintah Desa Pangi Bersatu, serta dihadiri Pimpinan Perangkat Daerah, Unsur Forkopimcam Sangtombolang, Tokoh Adat dan Tokoh Agama, serta jemaat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan Kabupaten Bolmong sangat terkenal dengan keberagaman suku, etnis dan budayanya.

“Salah satu etnis besar, yakni etnis masyarakat nusa utara, yang setiap awal tahun melaksanakan tradisi warisan budaya adat leluhur, yaitu perayaan adat Tulude,”katanya.

Dirinya juga mengajak masyarakat untuk memaknai perayaan adat ini sebagai wahana kebersamaan dan persaudaraan dalam suatu komunitas yang utuh, yang mengisyarakatkan bahwa kita semua ini merupakan satu kesatuan masyarakat Bolmong yang cinta persatuan, serta sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya daerah.

“Berbagai keberhasilan pembangunan yang telah kita rasakan saat ini, salah satunya merupakan hasil kerja keras dari semua komponen masyarakat yang ada di Kabupaten Bolmong termasuk masyarakat Desa Pangi. Karena keberhasilan pembangunan ditingkat Kabupaten sangat ditentukan oleh keberhasilan pembangunan ditingkat desa,”tambahnya.

Dirinya juga menyambut baik dan memberikan apresiasi atas dilaksanakannya perayaan Tulude kali ini.

“Kiranya melalui momentum ini, semakin menguatkan iman dan keyakinan jemaat GMIBM ‘Bethesda’ Pangi, dalam mensyukuri segala karunia Tuhan YME dalam kehidupan sehari-hari. Budaya Tulude harus terus dilestarikan,”tutup Bupati Yasti.

Sementara itu, Sangadi Pangi Timur Riston Tempoh menuturkan, perayaan kali ini juga melibatkan seluruh denomenasi gereja yang ada di wilayah Pangi Bersatu.

“Dari masa ke masa Upacara Adat Tulude terus dilakukan oleh masyarakat Desa Pangi. Karena hajatan ini merupakan warisan para leluhur kita,”ujarnya.

Diketahui, perayaan Tulude adalah kegiatan upacara pengucapan syukur terhadap Tuhan Yang Mahakuasa atas berkat selama setahun yang lalu yang telah diberikan kepada umat manusia. Olehnya, pada tahun 2015 lalu telah ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI. (kominfo-bm)